mahad.umsida.ac.id – Ma’had Umar bin Al Khattab bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PBA Umsida) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menggelar pelatihan kewirausahaan di GKB 3 lantai 7 ruang 705, Senin (22/6/2026), pukul 08.00 WIB.
Baca Juga: Ma’had Umar bin Khattab Perkuat Kolaborasi Quran Internasional
Kegiatan ini mengusung semangat “Berani Berusaha, Siap Berdaya” dengan menghadirkan pelatihan praktik pembuatan produk kuliner yang dekat dengan tren anak muda. Pada sesi pertama, peserta belajar membuat dimsum, minuman matcha, dan es campur sebagai produk usaha yang memiliki peluang pasar luas.
Sinergi Pendidikan dan Pemerintah
Kepala Program Ma’had Umar bin Al Khattab dan PBA Umsida, Rizki Yatul Mahmuda BEd MPd menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah. Menurutnya, peserta tidak hanya perlu memiliki bekal ilmu akademik, tetapi juga kemampuan praktis untuk mandiri dan berdaya secara ekonomi.
“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi yang sangat positif. Melalui sinergi antara dunia pendidikan dengan instansi pemerintahan, kita berharap lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu berdaya saing,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kepercayaan kepada Ma’had Umar bin Al Khattab dan PBA Umsida untuk berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan kewirausahaan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta karena mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mengamati dan mempraktikkan proses pembuatan produk.
Praktik Produk Kuliner Kekinian
Pada pelatihan hari pertama, peserta mendapatkan materi praktik pembuatan dimsum, minuman matcha, dan es campur. Pemilihan produk tersebut disesuaikan dengan tren kuliner yang banyak digemari anak muda saat ini.
Dimsum dipilih karena termasuk makanan ringan yang populer, mudah dipasarkan, dan memiliki peluang untuk dikembangkan dalam berbagai varian. Sementara itu, minuman matcha dan es campur menjadi contoh produk minuman kekinian yang dapat dijadikan peluang usaha dengan modal relatif terjangkau.
Melalui praktik langsung, peserta dapat memahami tahapan produksi, pemilihan bahan, pengolahan, penyajian, hingga potensi pengembangan produk agar memiliki nilai jual. Kegiatan ini juga membuka ruang tanya jawab terkait daya tahan produk, teknik pengolahan, serta strategi agar produk dapat diterima pasar.
Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan berwirausaha.
“Harapan kami, ilmu yang didapatkan tidak hanya bermanfaat untuk peserta sendiri, tetapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan besarnya adalah membantu mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Berlanjut ke Pelatihan Manajerial
Pelatihan kewirausahaan ini tidak berhenti pada praktik pembuatan produk. Pada esok hari, peserta akan mengikuti pelatihan lanjutan tentang manajerial usaha.
Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa materi lanjutan tersebut akan membahas pengelolaan usaha, manajemen perusahaan, hingga pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha pemula.
“Hari ini kita praktik pembuatan produk. Besok akan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial, yaitu tentang manajemen perusahaan dan pengelolaan keuangan sebagai seorang pengusaha,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta diharapkan tetap berkomitmen mengikuti rangkaian pelatihan berikutnya. Sebab, kemampuan membuat produk perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola usaha agar bisnis dapat bertahan dan berkembang.
Melalui kegiatan ini, Ma’had Umar bin Al Khattab dan PBA Umsida berharap peserta mampu membangun mental wirausaha, membaca peluang pasar, serta mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Baca Juga: Resapi Gerakan Ilmu Amaliyah dan Amal Ilmiah, Ini Bekal untuk Ortom Umsida
Kolaborasi bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kewirausahaan.










