Peningkatan Kualitas Pengajaran Bahasa Arab di Ma’had Umar Bin Al-Khattab Umsida

Mahad.umsida.ac.id – Ma’had Umar bin Al-Khattab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Arab, khususnya dalam mengatasi kesalahan fonetik di kalangan mahasiswi.

Baca Juga: Praktik Pembelajaran Maharah Qiraah Menggunakan Kitab Al-Ashri di  Sidoarjo

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pengajar dan mahasiswi di tingkat empat, ditemukan sejumlah masalah yang menghambat kelancaran pengucapan bunyi Arab yang tepat.

Pengantar Pembelajaran Fonetik Arab

Pembelajaran fonetik Arab di Ma’had Umar bin Al-Khattab bertujuan untuk membekali mahasiswi dengan kemampuan berbicara bahasa Arab dengan benar. Namun, masih banyak mahasiswi yang mengalami kesulitan dalam mengucapkan bunyi bahasa Arab sesuai dengan kaidah yang benar. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya kosakata, kesalahan dalam kaidah tata bahasa, dan minimnya latihan sehari-hari dalam berbicara bahasa Arab. “Kesalahan fonetik, seperti penambahan atau penggantian suara pada kata, merupakan hal yang paling sering terjadi,” ujar salah satu pengajar di Ma’had Umar bin Al-Khattab.

Solusi untuk Mengatasi Kesalahan Fonetik

Untuk mengatasi masalah ini, para pengajar dan mahasiswa di Ma’had Umar bin Al-Khattab menerapkan beberapa solusi. Latihan intensif dalam pengucapan bunyi Arab menjadi langkah utama yang ditempuh. Sebagai tambahan, pengajaran menggunakan buku Al-Arabiyah Baina Yadaik membantu mahasiswi menguasai kosakata yang lebih banyak. Sebagaimana dijelaskan oleh pengajar, “Pemahaman yang lebih dalam tentang fonetik Arab bisa diperoleh dengan memperbanyak latihan mendengarkan dan berbicara bahasa Arab setiap hari.”

Pentingnya Kepercayaan Diri dalam Pengajaran

Kepercayaan diri juga menjadi kunci dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswi. Banyak mahasiswi yang merasa tidak percaya diri saat berbicara dalam bahasa Arab di depan kelas, yang menyebabkan mereka menghindari untuk berbicara. Oleh karena itu, penguatan motivasi dan pemahaman materi sebelum presentasi menjadi langkah penting. “Selain memahami materi dengan baik, mahasiswi perlu merasa percaya diri agar kesalahan dalam pengucapan bisa diminimalisir,” tambah salah satu pengajar yang terlibat dalam penelitian ini.

Baca Juga: Sapa Immawati IMM FAI Umsida Satukan Ukhuwah dan Kebersamaan

Ke depan, Ma’had Umar bin Al-Khattab berencana untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran fonetik melalui metode-metode baru yang lebih efektif dan lebih intensif. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan fonetik yang terjadi di kalangan mahasiswi dan mendukung mereka dalam mencapai kemampuan berbahasa Arab yang lebih baik.

Sumber: Data internal dari penelitian di Ma’had Umar bin Al-Khattab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo