Praktik Pembelajaran Maharah Qiraah Menggunakan Kitab Al-Ashri di  Sidoarjo

Mahad.umsida.ac.id– Pembelajaran bahasa Arab di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengedepankan metode yang inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca bahasa Arab atau Maharah Qiraah.

Baca Juga: Metode Nakhlah Dinilai Efektif Bantu Santri Membaca Arab Gundul

Salah satu sumber pembelajaran yang digunakan adalah buku Al-Ashri, yang dipilih sebagai bahan ajar utama. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Abdul Baqiy dan Khizanatul Hikmah mengungkapkan bagaimana buku ini memainkan peran penting dalam memfasilitasi siswa dalam menguasai kosakata dan memahami teks Arab.

Perencanaan Pembelajaran yang Terstruktur

Dalam perencanaan pembelajaran Maharah Qiraah, guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menyusun modul ajar yang disesuaikan dengan struktur buku Al-Ashri. Modul ini mencakup berbagai tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, serta sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar. Salah satu yang digunakan adalah media presentasi PowerPoint (PPT) yang dilengkapi dengan gambar untuk memperjelas kosakata. Menurut para guru, tujuan utama dari perencanaan ini adalah untuk memastikan siswa tidak hanya menguasai kosakata, tetapi juga memahami struktur bahasa Arab dengan baik.

Metode Pembelajaran yang Menarik dan Inovatif

Pelaksanaan pembelajaran Maharah Qiraah di sekolah ini memanfaatkan metode yang bervariasi untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menarik. Metode drill digunakan untuk melatih siswa menghafal kosakata secara berulang, sementara metode diskusi diterapkan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap teks yang dibaca. Selain itu, pendekatan komunikatif diterapkan untuk mendorong siswa berbicara dalam bahasa Arab secara aktif, meningkatkan kemampuan mereka dalam percakapan sehari-hari.

Sebagai tambahan, guru juga menggunakan media seperti teks risalah dan gambar untuk memperkaya materi ajar dan menambah variasi dalam pembelajaran. Penggunaan permainan edukatif juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga semangat siswa, meningkatkan motivasi belajar, dan mengurangi kejenuhan di kelas.

Evaluasi dan Faktor Penghambat

Evaluasi pembelajaran Maharah Qiraah dilakukan secara menyeluruh dengan kombinasi evaluasi sumatif dan harian. Evaluasi sumatif dilakukan pada tengah dan akhir semester melalui ujian tertulis dan lisan, sementara evaluasi harian dilakukan dalam bentuk kuis dan post-test di setiap pertemuan untuk mengukur pemahaman siswa secara terus-menerus.

Namun, penelitian ini juga menemukan adanya beberapa faktor penghambat dalam pembelajaran. Salah satunya adalah perbedaan latar belakang siswa, terutama yang berasal dari sekolah negeri yang tidak memiliki pengalaman belajar bahasa Arab sebelumnya. Hal ini menyulitkan mereka dalam mengikuti pembelajaran yang lebih menekankan pada penambahan kosakata baru, sehingga mengurangi minat belajar mereka.

Faktor Pendukung yang Meningkatkan Keberhasilan Pembelajaran

Di sisi lain, beberapa faktor pendukung turut berperan dalam keberhasilan pembelajaran ini, di antaranya adalah program Team Baca Qur’an yang dirancang untuk membantu siswa menguasai makhrajul huruf dan memahami teks Arab secara lebih mendalam. Dengan adanya program ini, siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dapat lebih mudah menyesuaikan diri dan mengikuti pembelajaran bahasa Arab secara efektif.

Baca Juga: Kaprodi S2 MPI Umsida : Workshop Kurikulum Merdeka Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru bagi para pendidik bahasa Arab, khususnya dalam mengelola strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif, serta mengatasi tantangan yang dihadapi oleh siswa dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

Sumber: Baqiy, A., & Hikmah, K. (2025). Maharah Qiraah Learning Practices Using Al Ashri Book: Amalan Belajar Maharah Qiraah Menggunakan Kitab Al Ashri. Academia Open, Vol. 10 No. 2. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12748.