Domino Mufrodat Dorong Minat Belajar Bahasa Arab

Mahad.umsida.ac.id- Mahad Umsida mengangkat hasil riset Fathoni Romadhon Avischena dan Najih Anwar dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tentang penerapan media pembelajaran Domino Mufrodat yang dipublikasikan pada 1 September 2025 dalam JIIP,

Baca Juga: Kurikulum Azhari Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren

dengan lokasi penelitian di kelas IV MI Muhammadiyah Makka Sidoarjo, sebagai upaya menjawab rendahnya minat dan penguasaan kosakata bahasa Arab melalui pembelajaran yang lebih interaktif, kompetitif, dan menyenangkan.

Bahasa Arab Butuh Pembelajaran yang Menarik

Pembelajaran bahasa Arab pada tingkat dasar membutuhkan strategi yang tepat, terutama karena penguasaan kosakata atau mufrodat menjadi fondasi penting dalam keterampilan berbahasa. Dalam artikel ilmiah berjudul Penerapan Media Pembelajaran Domino Mufrodat untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab Tingkat Dasar, bahasa Arab dijelaskan sebagai keterampilan komunikasi esensial yang menuntut penguasaan kosakata sejak awal.

Riset tersebut berangkat dari persoalan pembelajaran bahasa Arab di MI Muhammadiyah Makka Sidoarjo. Berdasarkan observasi dan wawancara peneliti, siswa mengalami kesulitan dalam menguasai mufrodat karena metode pembelajaran yang masih cenderung monoton. Guru banyak bergantung pada buku paket sebagai sumber utama, sehingga suasana kelas kurang variatif dan berdampak pada rendahnya minat belajar siswa.

Kondisi ini menjadi catatan penting bagi lembaga pendidikan Islam, termasuk Ma’had Umar bin Khattab Umsida, yang memiliki perhatian besar terhadap penguatan bahasa Arab dan studi Islam. Bahasa Arab tidak hanya dipahami sebagai bahasa komunikasi, tetapi juga bahasa Al-Qur’an, hadis, dan berbagai disiplin keilmuan Islam. Karena itu, pembelajaran bahasa Arab perlu dirancang agar tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pengalaman belajar yang aktif dan bermakna.

Dalam konteks pendidikan dasar, minat belajar menjadi aspek yang menentukan keberhasilan siswa. Jika siswa tidak tertarik pada materi, mereka cenderung pasif dan tidak mempelajari bahasa Arab secara sungguh-sungguh. Sebaliknya, ketika proses pembelajaran dirancang lebih menarik, siswa memiliki dorongan lebih besar untuk memahami, mengingat, dan menggunakan kosakata yang dipelajari.

Domino Mufrodat Jadi Media Interaktif

Media Domino Mufrodat digunakan sebagai strategi pembelajaran berbasis permainan kartu. Siswa diminta mencocokkan gambar dengan tulisan Arab atau sebaliknya. Melalui aktivitas tersebut, siswa tidak hanya melihat dan membaca mufrodat, tetapi juga melafalkan, mengingat, serta menghubungkan kata dengan makna visual.

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK model Kurt Lewin yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus menjadi dasar evaluasi untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.

Pada tahap awal atau pra-siklus, minat belajar siswa berada pada angka 51 persen dan masuk kategori lemah. Data ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berjalan sebelumnya belum cukup efektif untuk mendorong antusiasme siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Oleh karena itu, peneliti menerapkan media Domino Mufrodat sebagai bentuk inovasi pembelajaran.

Dalam siklus pertama, guru memperkenalkan kartu Domino Mufrodat, melafalkan kosakata satu per satu, meminta siswa menirukan pelafalan, serta memberi ruang bagi siswa untuk bertanya tentang arti atau cara membaca kata yang belum dipahami. Siswa kemudian bermain secara bergiliran dengan mencocokkan kartu yang sesuai.

Hasil siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan minat belajar dari 51 persen menjadi 62 persen. Namun, angka tersebut masih berada pada kategori cukup dan belum mencapai target minimal 70 persen. Dari tujuh responden, hanya dua siswa yang mencapai target. Hal ini membuat penelitian dilanjutkan ke siklus kedua.

Pada siklus kedua, strategi pembelajaran diperbaiki. Jika pada siklus pertama permainan lebih bersifat individual, pada siklus kedua siswa diarahkan bermain dalam kelompok kecil berisi dua hingga tiga siswa. Model kelompok ini membuat siswa dapat saling membantu, berdiskusi, dan bekerja sama selama permainan berlangsung.

Minat Belajar Naik hingga Kategori Kuat

Perbaikan strategi pada siklus kedua menunjukkan hasil yang lebih signifikan. Minat belajar siswa meningkat menjadi 73 persen dan masuk kategori kuat. Lima dari tujuh siswa berhasil mencapai target nilai yang ditentukan. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa Arab dengan media permainan dapat menjadi alternatif efektif untuk mengatasi kejenuhan siswa.

Selain meningkatkan minat belajar, penggunaan Domino Mufrodat juga membangkitkan semangat belajar siswa. Aktivitas mencocokkan kartu membuat suasana kelas lebih hidup karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut bergerak, berdiskusi, menjawab, dan berkompetisi secara positif.

Riset ini juga menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab pada tingkat dasar tidak cukup hanya mengandalkan metode ceramah atau buku teks. Guru perlu mengembangkan media yang dekat dengan dunia anak, mudah digunakan, dan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Dalam hal ini, Domino Mufrodat menjadi salah satu contoh media sederhana yang dapat memberikan dampak nyata terhadap minat dan hasil belajar.

Bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pendidikan Islam, temuan ini memberi pesan penting bahwa inovasi media tidak harus selalu berbasis teknologi digital. Media fisik seperti kartu permainan tetap relevan jika dirancang sesuai tujuan pembelajaran dan karakter siswa. Kuncinya terletak pada kemampuan guru mengelola aktivitas, memberi arahan, mengamati respons siswa, dan melakukan refleksi untuk perbaikan.

Hasil riset ini relevan bagi Mahad Umsida sebagai ruang akademik yang berfokus pada bahasa Arab dan studi Islam. Pembelajaran bahasa Arab perlu terus dikembangkan dengan pendekatan kreatif agar peserta didik tidak hanya mengenal kosakata, tetapi juga memiliki minat kuat untuk menggunakannya dalam aktivitas keilmuan dan keislaman.

Baca Juga: FAI Umsida Akan Gelar Seminar Internasional. Hadirkan 5 Narasumber dari Berbagai Negara

Dengan demikian, penerapan Domino Mufrodat dapat dipandang sebagai salah satu praktik baik pembelajaran bahasa Arab tingkat dasar. Media ini terbukti membantu siswa memahami mufrodat secara lebih aktif, membangun suasana kelas yang kompetitif secara positif, serta memperkuat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Sumber:
Artikel ilmiah “Penerapan Media Pembelajaran Domino Mufrodat untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab Tingkat Dasar” karya Fathoni Romadhon Avischena dan Najih Anwar, JIIP Volume 8 Nomor 9 September 2025.