Mahad.umsida.ac.id– Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Farikh Marzuki Ammar bersama Eka Fitria Fidayani meneliti penggunaan Kurikulum Azhari dalam pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI
Baca Juga: Game Edukasi Canva Jadi Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab
melalui artikel yang terbit di Nazhruna Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 Issue 1 tahun 2023 untuk memahami persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran bahasa Arab dengan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis data.
Kurikulum Azhari Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab
Pembelajaran bahasa Arab menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam, terutama di lingkungan pesantren. Bahasa Arab tidak hanya diposisikan sebagai bahasa komunikasi, tetapi juga sebagai bahasa Al-Qur’an, bahasa ibadah, serta sarana utama dalam memahami khazanah keilmuan Islam.
Dalam artikel penelitian berjudul The Use of Azhari Curriculum in Arabic Language Learning at Islamic Boarding School, Farikh Marzuki Ammar bersama Eka Fitria Fidayani mengkaji penggunaan Kurikulum Azhari dalam pembelajaran bahasa Arab di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI. Penelitian ini berfokus pada tiga hal utama, yakni persiapan pembelajaran, implementasi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran bahasa Arab berbasis Kurikulum Azhari.
Kurikulum Azhari merupakan kurikulum yang diadaptasi dari sistem pendidikan Al-Azhar Kairo. Dalam konteks eLKISI, kurikulum ini diterapkan melalui kerja sama dengan Yayasan Cakrawala Insan Azhari. Salah satu tujuan penerapannya adalah memberikan jalur pembelajaran yang lebih kuat bagi santri yang ingin melanjutkan studi ke Al-Azhar Kairo.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa santri yang mengikuti program kelas Azhari memiliki peluang mendapatkan dua ijazah, yakni ijazah pendidikan nasional dan ijazah Al-Azhar Kairo. Hal ini menjadi nilai tambah bagi santri karena dapat mendukung keberlanjutan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya ke Mesir.
Bagi lingkungan Ma’had dan pendidikan Islam, temuan ini relevan karena menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya ditekankan pada penguasaan kosakata. Pembelajaran perlu diarahkan pada kemampuan berbahasa yang utuh, meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Persiapan Guru Jadi Kunci Keberhasilan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan pembelajaran menjadi bagian penting dalam penerapan Kurikulum Azhari. Pondok Pesantren eLKISI tidak hanya menyiapkan santri, tetapi juga menyiapkan para pendidik agar memahami tujuan, strategi, dan target pembelajaran.
Persiapan guru dilakukan melalui pelatihan bagi pengajar bahasa Arab. Selain itu, pesantren juga menghadirkan tokoh bahasa Arab, dosen tamu, serta pengajar dari Timur Tengah untuk memperkuat kapasitas pendidik. Langkah ini dilakukan agar guru memiliki metode penyampaian yang tepat dan mampu membuat santri lebih mudah memahami materi.
Guru juga menyusun perangkat pembelajaran, modul, mufradat, serta percakapan harian yang dapat digunakan santri dalam lingkungan pesantren. Persiapan ini penting karena pembelajaran bahasa Arab dalam kelas Azhari menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar utama.
Sementara itu, santri yang ingin masuk kelas Azhari harus melalui proses seleksi. Sebelum mengikuti program, mereka dibekali materi dasar seperti nahwu, shorof, khat, mufradat, dan beberapa materi pendukung lainnya. Setelah itu, santri mengikuti tes tertulis dan tes lisan untuk melihat kesiapan mereka.
Model persiapan ini memperlihatkan bahwa kelas Azhari bukan sekadar program tambahan, tetapi program yang membutuhkan komitmen akademik. Santri tidak hanya dituntut hadir dalam pembelajaran, tetapi juga harus siap mengikuti ritme pembelajaran yang lebih intensif.
Dalam pembelajaran, santri diarahkan menguasai empat maharah bahasa Arab. Maharah istima’ diperkuat melalui kegiatan menyimak video, film, atau pembelajaran langsung dari pengajar yang fasih berbahasa Arab. Maharah kalam dilatih melalui kewajiban menggunakan bahasa Arab dalam kelas. Maharah qira’ah dilatih melalui pembacaan teks Arab dan kitab, sedangkan maharah kitabah dikembangkan melalui latihan menulis mufradat, kalimat, dan kesimpulan berbahasa Arab.
Evaluasi Bahasa Arab Dilakukan Berkelanjutan
Penerapan Kurikulum Azhari di eLKISI tidak lepas dari tantangan. Penelitian tersebut mencatat bahwa penggunaan bahasa Arab di dalam kelas berjalan lebih terarah karena guru dan santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab. Namun, penggunaan bahasa Arab di luar jam pembelajaran belum sepenuhnya berjalan efektif.
Salah satu penyebabnya adalah tidak semua santri di lingkungan pesantren mengikuti kelas Azhari. Ada santri dari kelas reguler, kelas tahfidz, dan kelas lain yang tidak diwajibkan menggunakan bahasa Arab secara penuh. Kondisi ini membuat praktik bahasa Arab di luar kelas belum sepenuhnya terbentuk sebagai kebiasaan kolektif.
Selain itu, sebagian santri juga masih merasa belum cukup fasih dalam berbicara bahasa Arab. Akibatnya, percakapan sehari-hari masih bercampur dengan bahasa Indonesia. Penelitian tersebut juga mencatat adanya kesulitan pada materi tertentu. Salah satu santri menyampaikan bahwa “learning Arabic experienced difficulties in nahwu lessons”.
Untuk menjawab tantangan tersebut, evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkelanjutan. Evaluasi tidak hanya diarahkan untuk mengukur pemahaman santri, tetapi juga untuk melihat efektivitas strategi mengajar guru. Sebelum penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester, santri diuji terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah diajarkan.
Evaluasi juga dilakukan oleh lembaga bahasa atau language court yang bertugas memastikan target pembelajaran tercapai. Misalnya, jika dalam satu semester pembelajaran kitab Al Karmaji ditargetkan selesai dari bab tertentu sampai bab tertentu, maka pencapaian tersebut akan dipantau dan dievaluasi.
Dari hasil penelitian, penerapan Kurikulum Azhari di eLKISI masih membutuhkan penguatan, terutama dalam membangun lingkungan berbahasa Arab di luar kelas. Namun, program ini memiliki potensi besar karena menggabungkan pembelajaran bahasa, ulumuddin, dan pembiasaan komunikasi Arab dalam sistem pesantren.
Baca Juga: IMM FAI Umsida Raih Terbaik 3 PK Ormawa dalam Liga Prestasi 2026
Bagi Ma’had Umsida, temuan ini menjadi bahan refleksi penting bahwa penguatan bahasa Arab perlu dilakukan secara sistematis. Pembelajaran bahasa Arab akan lebih kuat apabila didukung oleh kurikulum yang jelas, guru yang siap, lingkungan bahasa yang konsisten, serta evaluasi yang berkelanjutan.
Sumber:
Artikel penelitian The Use of Azhari Curriculum in Arabic Language Learning at Islamic Boarding School karya Eka Fitria Fidayani dan Farikh Marzuki Ammar, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, terbit di Nazhruna Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 Issue 1 Tahun 2023.










